January 7, 2021 admin

Belakangan ini sudah jarang terlihat dipinggir jalan spanduk atau poster yang bertuliskan terima jasa bayar pajak, perpanjang sim / stnk dan lainnya. Hal ini tentunya sangat berhubungan dengan kejadian pandemi di seluruh belahan dunia. Lalu apa saja alasan bisnis biro jasa pajak kendaraan banyak tutup akhir-akhir ini? Dan kenapa hal tersebut bisa terjadi? Oleh sebab itu kami akan memberikan sedikit informasi mengenai hal tersebut, simak dibawah ini.

  1. PSBB di Banyak Kota

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah salah satu cara pemerintahan pusat untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang muncul di Indonesia pada bulan Maret 2020. Dengan adanya PSBB tentu ada dampak positif dan negatifnya jika kita lihat dari banyak sudut pandang. PSBB ini memang positif pelaksanaannya karena dapat menekan jumlah orang yang terpapar covid-19, namun tentu saja ada sisi negatif dari PSBB yaitu berkurangnya mobilitas sehingga mempengarui banyak bisnis yang tutup. Salah satu bisnis yang terganggu yaitu biro jasa pajak kendaraan dan perepanjang STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Sebagian besar orang belum bisa memperpanjang STNK atau perpanjang pajak kendaraannya karena banyak hal. Selain itu, kator samsat pun sempat tutup lama karena Pembatasan Sosial Berskala Besar, untuk menghindari kerumunan yang terjadi di kantor samsat. Sehingga banyak pelaku bisnis / usaha biro jasa tersebut yang tutup bahkan gulung tikar hingga sekarang ini.

  1. Samsat Online

Selain kebijakan PSBB dari pemerintah pusat di banyak daerah di Indonesia, tentunya sekarang pemerintah pusat hingga daerah sudah banyak menerapkan sistem online tanpa tatap muka dalam menerima pengajuan perpanjangan pajak kendaraan. Bahkan untuk cek pajak kendaraan online bisa anda lakukan dimanapun dengan smartphone anda. Inilah salah satu alasan bisnis biro jasa pajak kendaraan banyak tutup di tahun 2020 lalu. Anda tidak perlu repot lagi mencari biro jasa diluaran sana, karena hanya tinggal diam dirumah saja anda bisa bayar pajak kendaraan anda.

  1. Penangguhan Bayar Pajak

Beberapa pemerintah Daerah bahkan ada yang mengeluarkan peraturan untuk penangguhan bayar pajak kendaraan mereka hingga waktu yang belum ditentukan. Oleh sebab itu, banyak para pengguna kendaraan bermotor yang tidak mengurus pajak sementara hingga mereka bisa mengurusnya kembali.

  1. Banyak PHK Masal

Inilah alasan terakhir biro jasa banyak yang tutup di tahun 2020 lalu. Akibat banyaknya industri dan perkatoran yang tutup atau bahkan bangkrut karena pandemi covid-19 melanda bumi, para karyawan yang terkena PHK pun harus mengatur keuangannya dengan susah payah. Akhirnya mereka memutuskan menunda untuk membayar pajak kendaraan mereka karena kekurangan biaya hidup setelah di PHK.

Itulah 4 alasan yang memaksa para pelaku usaha biro jasa perpanjang pajak kendaraan banyak yang gulung tikar. Namun sebagian dari mereka ada yang beralih bisnis sesuai kemampuan meraka untuk bertahan di masa pandemi seperti sekarang ini. Kamipun berharap pandemi ini cepat berakhir sehingga mobilitas di kota besar dan pedesaan dapat normal kembali dan ekonomi pun kembali pulih seperti sedia kala.

Namun jika kita melihat keadaan sekarang ini, untuk usaha biro jasa pajak kendaraan menurut kami tidak akan bisa lagi berdiri dan buka seperti sedia kala. Kecuali mereka mengenal dunia internet marketing dan mulai membuat website hingga media sosial sebagai sarana pemasaran mereka. Dengan begitu, bisnis biro jasa ini bisa berjalan dengan sistem online tanpa bertatap muka.